Desain Jembatan Rialto sempat dianggap sangat berisiko dan mengundang keraguan dari banyak kritikus pada zamannya. Hal ini dikarenakan jembatan tersebut hanya menggunakan satu lengkungan besar, berbeda dengan jembatan pada umumnya saat itu yang menggunakan beberapa lengkungan kecil. Meskipun banyak ahli bangunan yang meramalkan bahwa struktur ini akan runtuh, desain unik tersebut terbukti sangat tangguh dan tetap berdiri kokoh hingga lebih dari 400 tahun.
Kekuatan utama jembatan ini terletak pada bagian fondasinya yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi tanah Venesia yang lunak. Agar mampu menyangga beban bangunan yang berat, terdapat sekitar 12.000 tiang pancang kayu yang ditanam jauh ke dalam tanah di bawah setiap ujung penyangganya. Berkat kombinasi desain yang berani dan fondasi yang sangat kuat inilah, Jembatan Rialto menjadi salah satu mahakarya arsitektur yang paling ikonik di dunia.
4. Dirancang untuk menampung aktivitas ekonomi
Jembatan Rialto memiliki fungsi yang sangat unik karena sejak awal dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi, bukan sekadar sarana penyeberangan biasa. Sebagai satu-satunya jembatan tetap yang melintasi Grand Canal hingga pertengahan tahun 1850-an, tempat ini menjadi akses utama menuju pusat keuangan Venesia. Sebelum struktur batu yang megah ini berdiri, masyarakat hanya mengandalkan jembatan kayu sementara atau feri gondola untuk menyeberang.