Profesor Emeritus Atsushi Koketsu dari Universitas Yamaguchi mengatakan, "Tulisan pada monumen peringatan di Hiroshima berbunyi, 'Biarkan semua jiwa di sini beristirahat dengan damai, karena kami tidak akan mengulangi kesalahan itu', tetapi tidak disebutkan kesalahan siapa yang dimaksud."
Jepang kerap membicarakan masa perang tanpa menyebut subjeknya secara jelas, sehingga tanggung jawab diubah menjadi pelajaran yang bersifat abstrak, paparnya.
Tanpa pengakuan yang jujur terhadap masa lalunya, Jepang berisiko membangun masa depannya berdasarkan ingatan yang tidak utuh. Karena sejatinya, perdamaian membutuhkan lebih dari sekadar berkabung.