Beranda Perspektif 80 Tahun Berlalu, Jepang Masih Enggan Mengakui Secara Jujur Sejarah Masa Perangnya

80 Tahun Berlalu, Jepang Masih Enggan Mengakui Secara Jujur Sejarah Masa Perangnya

Foto yang diabadikan pada 5 Agustus 2025 ini menunjukkan para demonstran berkumpul di Monumen Perdamaian Hiroshima (Hiroshima Atomic Bomb Dome), Hiroshima, Jepang, untuk mengkritik kebijakan penguatan militer yang terus berlanjut oleh pemerintah Jepang. (Carapandang/Xinhua/Jia Haocheng)

0
Xinhua

   Profesor Emeritus Atsushi Koketsu dari Universitas Yamaguchi mengatakan, "Tulisan pada monumen peringatan di Hiroshima berbunyi, 'Biarkan semua jiwa di sini beristirahat dengan damai, karena kami tidak akan mengulangi kesalahan itu', tetapi tidak disebutkan kesalahan siapa yang dimaksud."

   Jepang kerap membicarakan masa perang tanpa menyebut subjeknya secara jelas, sehingga tanggung jawab diubah menjadi pelajaran yang bersifat abstrak, paparnya.

   Tanpa pengakuan yang jujur terhadap masa lalunya, Jepang berisiko membangun masa depannya berdasarkan ingatan yang tidak utuh. Karena sejatinya, perdamaian membutuhkan lebih dari sekadar berkabung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here