CARAPANDANG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu, 8 Juli waktu setempat.
Pada kesempatan ini dia menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.
Dia mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak lagi memiliki arti setelah pecahnya kembali aksi saling serang yang dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
"Menurutku, semuanya sudah berakhir," kata Trump ketika ditanya mengenai status gencatan senjata.
"Berurusan dengan mereka hanya membuang-buang waktu. Saya akan membiarkan para negosiator hebat kita terus berbicara jika mereka mau, tetapi saya tidak melihatnya. Saya tidak menyukai orang-orang ini," ujarnya menambahkan.
Keputusan Trump tersebut langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak sekitar lima persen, sementara Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim telah menghantam puluhan target lawan, memperburuk situasi yang sebelumnya diharapkan mereda melalui kesepakatan sementara.
Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan mengguncang sejumlah wilayah strategis di sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm, Kota Sirik, Bandar Abbas, hingga Bushehr yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil Iran.
Di saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyerang lebih dari 80 target yang mencakup sistem pertahanan udara, radar pesisir, dan sekitar 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).