Sementara itu, pihak Iran bersikukuh bahwa satu-satunya isu yang dapat dibahas adalah jaminan bahwa program nuklirnya tidak memiliki tujuan militer.
Teheran juga menolak syarat AS untuk menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri dan mengekspor seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya ke luar negara, sebuah penawaran yang menurut Rusia pada Kamis (5/2/2026) masih berlaku.
Kesepakatan untuk bertemu di Oman tercapai setelah kebuntuan mengenai lokasi.
AS awalnya menginginkan pertemuan di Turki dengan kehadiran sejumlah negara Arab, sementara Iran menolak format tersebut dan meminta agar pembicaraan hanya berlangsung di Oman, sebagaimana kebanyakan perundingan sebelumnya.