CARAPANDANG - Militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (1/9) melancarkan serangan terbaru terhadap target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, menandai eskalasi baru dalam permusuhan antara Washington dan Teheran.
"Jika Iran membalas serangan yang sangat dapat dibenarkan ini, mereka akan diserang kembali dengan tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," demikian peringatan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, sembari menggambarkan serangan terbaru di dekat Selat Hormuz tersebut sebagai serangan yang "dahsyat dan kuat."
"Namun, ini tidak akan menjadi serangan terbesar dari semuanya, serangan itu sedang menunggu giliran dan, ketika semuanya usai, tak akan banyak yang tersisa dari Republik Islam Iran!" ancam Trump dalam unggahan tersebut.
Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News, Trump mengeklaim pasukan AS telah menghancurkan "banyak radar" dalam jaringan Iran, termasuk sistem yang berupaya dibangun kembali oleh Teheran.
"Ini merupakan serangan yang sangat besar pada hari ini. Jika hal itu terjadi untuk ketiga kalinya, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara," ujar Trump.
"(USS) George Washington sarat dengan persenjataan," imbuhnya. "Kami sudah siap sepenuhnya."
Trump mengatakan bahwa sekutu-sekutu di Teluk telah diberi tahu sebelum serangan terbaru tersebut, menurut laporan Fox News.