Longsoran es serupa pernah terjadi di dataran tinggi tersebut pada 2016 dan di wilayah pegunungan India pada 2021. Menurut para ilmuwan, di tengah pemanasan global, bencana glasial di "Kutub Ketiga" dan wilayah sekitarnya menjadi semakin sering, semakin meluas, dan semakin destruktif.
Gletser sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Pemanasan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama dari penyusutan gletser secara meluas yang teramati secara global sejak 1990-an.
Kang mengatakan bahwa pelelehan gletser yang terus berlanjut akan membuat gletser semakin tidak stabil, membuatnya lebih sensitif terhadap gangguan dari luar, serta meningkatkan frekuensi dan memperparah dampak bencana glasial beserta rangkaian bahaya yang ditimbulkannya.
Oleh karena itu, mengurangi emisi gas rumah kaca dan menekan pemanasan global merupakan inti dari konservasi gletser jangka panjang, kata Kang.
sumber: Xinhua News