Namun terkait negara asal korban terdampak bencana baik yang selamat maupun yang meninggal dunia masih terus diverifikasi menurut Lin Jian.
"Informasi terkait negara asal korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Kami telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait di China dan akan tetap berkomunikasi dengan mereka," tambah Lin Jian.
Perdana Menteri China Li Qiang sendiri juga sudah tiba di lokasi bencana pada Kamis (27/8) dan menyebut bahwa China saat ini masih berada dalam periode utama musim banjir dan situasi pengendalian banjir serta pencegahan topan masih tetap berat dan kompleks.
"Pemerintah harus berpegang pada pemikiran mengenai skenario terburuk dan batas keselamatan, serta dengan tegas mengatasi sikap lengah," kata PM Li Qiang dalam pernyataannya di media pemerintah.
Dewan Pariwisata Nepal sebelumnya menyatakan bahwa jumlah wisatawan asing yang berhasil diselamatkan pascabanjir di Nepal sebanyak 121 orang hingga Jumat (28/8) pukul 15.30 waktu setempat.
Mereka berasal dari India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Sementara itu ada tiga kewarganegaraan dari 121 penyintas belum terkonfirmasi.
Kementerian Luar Negeri Nepal di Kathmandu mengatakan di Nepal, 596 orang dari 33 negara masih dinyatakan hilang ditambah sebanyak 127 warga negara Nepal juga masih belum diketahui keberadaannya.