CARAPANDANG - Jam tangan pintar atau smartwatch kini tak lagi sekadar aksesori pelengkap gaya. Di berbagai sudut kota, dari gerbong kereta komuter hingga kedai kopi, pergelangan tangan masyarakat modern kini dihiasi oleh layar digital yang terus menyala. Tren ini bukan sekadar fenomena lokal, melainkan cerminan dari pergeseran gaya hidup global yang kian melek kesehatan dan kepraktisan.
Secara global, pasar smartwatch terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan Counterpoint Research pada kuartal pertama 2026, pengiriman smartwatch di seluruh dunia tumbuh sebesar 4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi terhadap perangkat premium yang memiliki kemampuan pelacakan kesehatan tingkat lanjut, dengan Apple masih memimpin menguasai pangsa pasar sebesar 23 persen, disusul oleh Huawei dengan 17 persen, melalui inovasi ekosistem dan varian produk.
PERTUMBUHAN DAN PERSAINGAN KETAT DI PASAR INDONESIA
Sejalan dengan tren global, pasar smartwatch di Indonesia juga terus bertumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat untuk memantau kesehatan, olahraga, dan aktivitas harian. Namun, dinamika pasar di Tanah Air memiliki keunikannya tersendiri, terutama pada segmen harga menengah.