Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan istilah “londo ireng”. Istilah tersebut dia sampaikan menyinggung adanya pihak-pihak yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dan bersembunyi di balik identitas atau profesi tertentu.
Dalam pidatonya pada puncak Harlah ke-28 PKB, Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik. Namun, ia mengingatkan adanya pihak yang menurutnya menggunakan berbagai profesi sebagai “baju”, termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).