Beranda Feature Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

0
Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

CARAPANDANG - Semakin deras arus konten digital, semakin terbuka pula ruang bagi kisah-kisah masa lalu untuk kembali menemukan penontonnya. Seiring meluasnya ekosistem media sosial, sejarah tak lagi sekadar mata pelajaran di depan kelas, melainkan dikemas sebagai konten yang mampu menghibur sekaligus memantik rasa ingin tahu, wawasan, dan inspirasi.

Xinhua berbincang dengan Sonny Hendrawan Saputra (40) pada 28 Juli, seorang kreator yang baru saja mendapatkan apresiasi dan diundang oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) guna berdiskusi, untuk mengupas lebih lanjut seluk-beluk di balik penyajian konten sejarah di era digital saat ini.

Foto dokumentasi ini menampilkan kreator konten Sonny Hendrawan Saputra (kiri) bersama Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Giring Ganesha di Jakarta. (Xinhua/Istimewa)

Ketika ditanya modal dasar yang wajib dimiliki seorang kreator untuk fokus pada konten sejarah, sang pencetus akun Instagram Travelmagzgo itu membeberkan jawaban lugas. Menurut Sonny, minat merupakan hal mutlak untuk motivasi berkreasi dan dirinya telah merintis proses panjang tersebut sejak masa kuliah.

"Ketertarikan saya terhadap sejarah berakar sejak masa kecil. Saya beruntung memiliki akses terhadap berbagai buku untuk mengenal sejarah dunia dan beragam kebudayaan. Membaca kisah-kisah tersebut menumbuhkan rasa senang sekaligus rasa ingin tahu yang lebih besar," ujar pria yang memiliki follower hingga belasan ribu di Instagram itu.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here