Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa 5.000 paket perlengkapan sekolah (school kit) dan 1.500 paket perlengkapan keluarga (family kit).
Pembelajaran pada masa darurat akan difokuskan pada materi esensial, seperti literasi dan numerasi dasar, serta dukungan psikososial bagi siswa dan guru.
Kebijakan ini diambil untuk menghindari risiko dari bangunan yang berpotensi roboh, mengingat gempa susulan diperkirakan masih akan terjadi dalam 2-3 minggu ke depan.
Data terbaru BNPB per Kamis (20/8) mencatat korban jiwa akibat gempa mencapai 78 orang meninggal dunia dan 953 orang luka-luka. Lebih dari 95.000 orang masih mengungsi.
Kerusakan juga meluas ke fasilitas publik lain, seperti 244 fasilitas kesehatan, 220 rumah ibadah, 294 unit kantor, 45 titik jalan, dan 16 jembatan.