Gak bisa dimungkiri, bisa jadi di masa lalu ada kesalahpahaman dengan orang tua yang membuat kalian kurang dekat. Di momen jalan-jalan santai berdua ini bisa menjadi media penyembuhan emosional yang sangat dinantikan oleh kedua belah pihak. Dalam suasana yang lebih rileks dan jauh dari rumah, ego masing-masing biasanya akan melunak dengan sendirinya. Nantinya, kamu dan ayah bisa saling membuka diri tanpa takut dihakimi atau memicu pertengkaran baru yang gak perlu.
Dalam dunia psikologi ini dinamakan reparenting, yakni kamu memberikan kesempatan kepada ayahmu untuk hadir secara utuh di masa dewasamu. Mulailah obrolan dari hati ke hati dengan nada santai, contohnya saat kamu sedang menikmati makan malam berdua. Kamu bisa menyampaikan apa yang kamu rasakan dulu dengan cara yang dewasa dan penuh rasa hormat. Percayalah, mendengarkan sudut pandang ayah saat membesarkanmu dulu bakal bikin kamu sadar kalau beliau juga manusia biasa yang penuh keterbatasan, lho.
4. Meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal
Pernah gak kamu merasa obrolan sama ayah cuma mentok di pertanyaan "Pulang jam berapa? atau “Lagi ngapain, nak?”. Nah, healing bareng ayah ini bakal memaksa kalian keluar dari zona nyaman komunikasi yang super kaku dan monoton tersebut. Selama perjalanan, kamu dituntut untuk mencari topik baru yang seru agar suasana di dalam mobil atau kereta gak hening. Kemampuanmu dalam bernegosiasi, mendengarkan aktif, dan membaca bahasa tubuh bapak-bapak bakal terasah tajam di sini.