CARAPANDANG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meluncurkan prototipe vaksin demam berdarah dengue (DBD) berbasis mRNA pertama di dunia, di Jakarta pada Rabu (8/7). Prototipe vaksin ini merupakan hasil kerja sama riset antara Universitas Indonesia (UI), Universitas Tsinghua China, dan PT. Etana Biotechnologies Indonesia.
"Jika berhasil, ini akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia dengan teknologi paling mutakhir. Kita harus berterima kasih kepada para peneliti Indonesia yang telah mampu setara dengan peneliti dunia," ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam pernyataan resminya.
Inisiatif kerja sama riset tersebut telah dimulai sejak 2023 melalui pemanfaatan materi genetik (gen preM-E) galur (strain) virus dengue khas Indonesia. Peluncuran prototipe ini dinilai sebagai tonggak penting bagi kemandirian industri vaksin nasional mengingat jika berhasil, produk tersebut akan menjadi vaksin penyakit demam berdarah berbasis mRNA pertama di dunia sekaligus antigen keenam yang mampu diproduksi Indonesia dari sektor hulu ke hilir.
"Hampir semua vaksin manjur di dunia lahir dari riset di universitas. Model kerja sama seperti ini penting, kita tidak menandatangani MoU dulu baru bekerja, namun justru mulai bekerja bersama secara sungguh-sungguh terlebih dahulu, baru MoU menyusul," tutur Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) RI Stella Christie yang turut menghadiri acara peluncuran tersebut.