Suyitno mengatakan keselamatan dan kesehatan para santri menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut. Ia meminta seluruh jajaran Kemenag di daerah terus mendampingi pesantren sampai kondisi para santri mendapatkan penanganan secara optimal.
“Jangan sampai ada santri yang tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang diperlukan. Kita harus memastikan proses penanganannya berjalan dengan baik sampai kondisi mereka pulih,” kata dia.
Suyitno menegaskan program pemenuhan gizi bagi peserta didik dan santri harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan, kualitas, serta standar kesehatan yang berlaku.
“Pemenuhan gizi bagi anak-anak dan santri merupakan ikhtiar yang sangat baik. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan keamanan pangan, kualitas makanan, proses pengolahan, distribusi, dan pengawasan. Kita tidak ingin program yang baik justru menimbulkan persoalan bagi para penerima manfaat,” kata dia.
Menurut Suyitno, pesantren merupakan lingkungan pendidikan sekaligus tempat para santri menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, aspek kesehatan dan keamanan pangan perlu mendapatkan perhatian serius agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
Kemenag juga berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi santri. Pengawasan dan koordinasi perlu terus diperkuat agar keamanan pangan tetap terjamin.