Ketika menghadapi tantangan yang lebih sulit, mereka bisa merasa frustrasi karena tidak terbiasa berjuang dalam jangka panjang. Sebaliknya, banyak orang yang kemampuan awalnya biasa saja justru mampu berkembang karena memiliki disiplin dan ketekunan. Mereka terus belajar, memperbaiki kesalahan, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi hambatan.
"Bakat kamu tidak sama dengan seberapa keras kamu bekerja. Bakat memang penting, tetapi usaha memiliki bobot dua kali lipat lebih besar," jelas Angela Duckworth, Ph.D., profesor psikologi di University of Pennsylvania dan penulis buku Grit: The Power of Passion and Perseverance dikutip dari Hamilton College.
5. Orang yang terus berkembang selalu mau belajar ulang
Salah satu perbedaan terbesar antara orang yang berhenti berkembang dan mereka yang terus maju adalah kemauan untuk terus belajar. Di era digital dan AI, pengetahuan serta keterampilan berkembang dengan sangat cepat. Apa yang relevan beberapa tahun lalu belum tentu masih efektif saat ini.
Oleh karena itu, kemampuan untuk belajar ulang dan meningkatkan keterampilan menjadi jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengandalkan kecerdasan yang sudah dimiliki. Orang yang terus berkembang biasanya tidak malu mengakui bahwa mereka belum mengetahui sesuatu. Mereka aktif mencari masukan, mengikuti pelatihan, membaca buku, berdiskusi dengan orang lain, dan terbuka terhadap perubahan.