Di depan stan bernuansa merah-putih yang kental dengan suasana Indonesia, terpajang beragam kain tradisional buatan tangan yang memukau. Mengenakan busana tradisional Indonesia yang anggun, Poppy dengan antusias menceritakan kisah di balik setiap kain kepada para pengunjung Tiongkok yang berhenti untuk mengaguminya.
"Kain-kain ini bukan sekadar pakaian, tetapi juga pembawa sejarah dan kepercayaan masyarakat Indonesia. Motifnya yang rumit dan warna-warna cerah dari pewarna alami berbahan tumbuhan mencerminkan kekayaan dan keberagaman ekologi alam serta kearifan masyarakat di kepulauan Indonesia," jelas Poppy dengan penuh semangat.
Caryn, warga asal Indonesia, membuat lukisan henna di Shanghai, Tiongkok timur, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua/Huang Anqi)
Seiring meningkatnya permintaan konsumen Tiongkok terhadap kerajinan tangan berkualitas tinggi yang kaya akan nilai budaya, tekstil tradisional Indonesia secara bertahap mulai menarik perhatian mereka. Di lokasi acara, banyak pengunjung Tiongkok terpikat oleh kain-kain tersebut dan bahkan meminta saran Poppy mengenai cara memadukan batik dengan busana modern sehari-hari. Hal tersebut membuatnya terkejut sekaligus senang. "Saya tidak pernah menyangka tekstil tradisional kami begitu populer di kalangan konsumen muda Tiongkok dan bahkan menjadi tren fesyen di sini," ujarnya.