Beranda Politik KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih sebagai Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih sebagai Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Para anggota AHWA menyampaikan pesan khusus kepada KH Miftachul Akhyar agar mengayomi dan merangkul seluruh potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama.

0
K.H. Miftachul Akhyar (NU Online)

Dalam musyawarah AHWA kali ini, ia memimpin jalannya rapat dalam kapasitasnya sebagai mantan Rais Aam, mengikuti formula yang sama dengan Muktamar sebelumnya di Lampung yang dipimpin oleh KH Ma'ruf Amin.

KH Miftachul Akhyar lahir di Jawa Timur pada tahun 1953 dan merupakan putra dari pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, KH Abdul Ghoni. Ia menempuh pendidikan di sejumlah pesantren ternama, antara lain Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Sidogiri Pasuruan, dan Lasem Rembang.

Kiprahnya di NU terbilang panjang dan berjenjang, meliputi Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005), Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2018), Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020), Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020), hingga Rais Aam PBNU (2021–2026).

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2022.

Para anggota AHWA menyampaikan pesan khusus kepada KH Miftachul Akhyar agar mengayomi dan merangkul seluruh potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama, termasuk mereka yang sebelumnya terlibat dalam dinamika organisasi selama muktamar.

"Ada catatan yang merupakan pesan dari para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama," ujar KH Anwar Iskandar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here