Evaluasi itu mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk kualitas lingkungan alami dan buatan, semangat budaya, tempat makan dan hiburan malam, perbelanjaan, dan infrastruktur bisnis. Evaluasi ini juga menilai konektivitas bandara regional dan kualitas universitas, yang semuanya menunjukkan korelasi kuat dalam menarik penduduk berusia 25 hingga 44 tahun.
"Orang-orang pindah dan bermigrasi, tren yang menguat saat pandemi karena individu tidak hanya mencari tempat yang terjangkau namun juga tempat yang menyenangkan," kata Chris Fair, presiden sekaligus CEO Resonance. "Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang di seluruh dunia terus bercita-cita untuk tinggal, berkunjung, dan bekerja di kota-kota terbesar di dunia."
Foto yang diabadikan pada 8 Februari 2024 ini menunjukkan pemandangan Sungai Thames pada saat senja di London, Inggris. (Xinhua/Li Ying)
Fair mengakui adanya bias yang melekat pada peringkat tersebut karena ketergantungan pada data dari sejumlah platform seperti TripAdvisor, yang cenderung mendukung perspektif Barat.
CEO badan promosi, investasi, dan perdagangan internasional ibu kota Inggris, London & Partners, Laura Citron OBE menyoroti daya tarik London bagi para wisatawan China. "Kami selalu senang melihat lebih banyak wisatawan China di London," ujarnya kepada Xinhua.