Tidak berhenti di situ. Menteri Mu’ti membawa kabar baik mengenai keberlanjutan program ini untuk tahun 2026.
“Tahun lalu, program digitalisasi pendidikan dilakukan melalui bantuan satu perangkat IFP untuk setiap satuan pendidikan. Insyaallah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital,” ujar Menteri Mu’ti di sela-sela kunjungannya.
Menteri Mu’ti melanjutkan bahwa penambahan perangkat digital tersebut juga disertai dukungan lain, mulai dari pelatihan guru, laptop, paket pembelajaran, hingga penguatan infrastruktur pendukung agar pemanfaatannya benar-benar optimal dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
“Untuk mendukung kesiapan daya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN dalam penambahan daya listrik sekolah secara gratis. Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar,” tambah Abdul Mu’ti.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan oleh perangkat semata, tetapi oleh kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Karena itu, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat turut melaksanakan program pengimbasan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching kepada sekolah penerima bantuan.