Beranda Jalan-jalan Mengenal Sulam Tumpar dari Kalimantan Timur

Mengenal Sulam Tumpar dari Kalimantan Timur

Sulam tumpar biasanya diaplikasikan pada bahan kain, khususnya kain tenun “ulap doyo.” Kain ini juga merupakan kain tradisional khas Kutai Barat yang materialnya diperoleh dari daun tumbuhan doyo, sejenis gulma (Curculigo latifolia).

0
istimewa

Sulam tumpar dikenal dengan desain yang unik dan rumit. Desainnya sering kali terinspirasi dari alam dan cerita rakyat setempat. Motif-motif yang digunakan dalam sulam tumpar sangat beragam dan dapat bervariasi tergantung pada perajin dan tujuan sulaman tersebut. Beberapa motif merupakan warisan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, sedangkan motif lainnya lebih modern dan dikembangkan belakangan ini.

Desainnya dapat berupa pola geometris sederhana hingga pola rumit yang menggambarkan hewan, tumbuhan, dan elemen-elemen alam lainnya. Beberapa motif khusus hanya ditemukan di daerah, kampung, kecamatan, atau suku tertentu. Sejumlah motif yang terkenal termasuk burung enggang, ayam hutan, anggrek hutan, dan ukiran khas Kalimantan Timur. Warna benang warna-warni mencerminkan spirit masyarakat Suku Dayak Benuaq.

Sampai kini terdapat sekitar 25 motif sulam tumpar di Kabupaten Kutai Barat, dan 10 di antaranya sudah memiliki sertifikat HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) yang dianugerahkan pada awal tahun 2023.

2-Sulam-tumpar-banyak-diaplikasikan-ke-berbagai-barang-seperti-salah-satunya-pakaian

Motifnya yang kaya warna dan cenderung feminin, membuat sulam tumpar hanya kerap diaplikasikan pada busana wanita. Fakta ini melatarbelakangi sebuah penelitian oleh Departemen Desain Politeknik Negeri Samarinda untuk menemukan cara pengembangan motif sulam tumpar. Tujuan dari pengembangan motif baru ini adalah untuk merancang dan mengembangkan desain-desain baru yang dapat diterapkan pada semua produk kerajinan dan busana agar lebih bersifat uniseks.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here