Pernyataan itu disampaikan Turk sehari setelah Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification/IPC) merilis laporan yang memperingatkan bahwa "kelaparan akan segera terjadi di wilayah utara dan diperkirakan akan terjadi sewaktu-waktu antara pertengahan Maret hingga Mei 2024."
Perang ini telah mengakibatkan sekitar 1,1 juta orang, sekitar setengah dari populasi Gaza, mengalami "bencana" kelaparan, ungkap laporan tersebut.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees/UNRWA) memperingatkan melalui platform media sosial X bahwa sedikitnya 23 anak telah meninggal karena malanutrisi akut, dan makin banyak anak-anak berada di ambang kematian akibat kelaparan, terutama di Gaza utara.
Seorang sukarelawan membagikan makanan gratis di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Maret 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel membantah bahwa pihaknya menghalangi truk-truk bantuan. Mengomentari laporan di X, kantor Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Kawasan, sebuah badan pemerintah di Israel, mengatakan bahwa lebih dari 200.000 ton makanan memasuki Gaza sejak perang pecah, lebih dari 1.250 paket dikirimkan melalui penerjunan bantuan, dan lebih dari 150 truk bantuan tiba di Gaza utara dalam dua pekan terakhir.
Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza akibat serangan Israel telah mencapai 31.819 orang, kata Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas pada Selasa.