Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor disebut menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang kini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
“Kita harus bersama-sama menekan suplai peredaran narkoba, memperkuat iman masyarakat, serta terus melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Tiga hal ini menjadi kunci agar kita bisa mewujudkan masyarakat yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Brigjen Pol Riki juga menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan.
“Kalau tidak dari sekarang kita cegah, siapa yang akan menjadi pemimpin di masa depan bila generasi mudanya rusak oleh narkoba?” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia menyebut, posisi Kota Payakumbuh yang berada di jalur perlintasan antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam mencegah peredaran narkoba.
“Apalagi Payakumbuh berada di jalur perlintasan, makanya perlu peran semua pihak untuk memberantas peredaran gelap narkoba ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Elzadaswarman.
Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan sekolah, agar kesadaran masyarakat tumbuh sejak dini.