CARAPANDANG - Komunitas pesepeda di Jakarta menyuarakan penolakan terhadap wacana penghapusan jalur sepeda di sejumlah ruas jalan protokol ibu kota. Mereka menilai fasilitas tersebut krusial untuk menjamin keselamatan pengguna sepeda di tengah padatnya lalu lintas dan mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mempertahankan serta memperbaikinya.
"Saya berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan lagi keselamatan pengendara sepeda," ujar Daniel, seorang pesepeda yang rutin menggunakan sepeda untuk bekerja dari Mampang ke Kuningan, Jakarta Selatan dikutip Kumparan.
Menurutnya, menghapus jalur sepeda akan meningkatkan risiko kecelakaan karena pesepeda rentan menjadi korban jika harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor.
Aspirasi ini diperkuat oleh komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia, Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).
Dalam pernyataan resmi, mereka mendorong Pemprov DKI untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi memperluas dan mengintegrasikan jalur sepeda protektif dengan kawasan permukiman, bisnis, dan stasiun transportasi umum.
"Naik sepeda bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan bentuk aksi penyelamatan iklim dan pengendalian polusi udara paling efektif," tegas perwakilan B2W Indonesia, Sanny Tanuwijaya.
Wacana penghapusan ini muncul setelah adanya masukan dari masyarakat yang menilai jalur sepeda tidak efektif karena lebih sering digunakan oleh sepeda motor dan kondisinya yang tidak terawat.