Beranda Internasional Rusia dan Afrika Sepakat Menentang Penggunaan Isu HAM sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik

Rusia dan Afrika Sepakat Menentang Penggunaan Isu HAM sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik

Rusia dan Afrika Selatan sepakat mengoordinasikan langkah-langkah di forum PBB dan menentang penggunaan isu HAM sebagai instrumen tekanan geopolitik, kata Direktur Departemen Kerja Sama Multilateral HAM Kementerian Luar Negeri Rusia Grigory Lukiyantsev.

0
istimewa

CARAPANDANG.COM- Rusia dan Afrika Selatan sepakat mengoordinasikan langkah-langkah di forum PBB dan menentang penggunaan isu HAM sebagai instrumen tekanan geopolitik, kata Direktur Departemen Kerja Sama Multilateral HAM Kementerian Luar Negeri Rusia Grigory Lukiyantsev.

Lukiyantsev bertemu dengan Wakil Direktur Jenderal Tata Kelola Global dan Agenda Kontinental Afrika Selatan Xolisa Mabhongo, di Pretoria, Rabu.

"Perhatian khusus diberikan pada koordinasi langkah-langkah di forum internasional, terutama di PBB," tulis Lukiyantsev di Telegram.

"Kami membahas secara mendalam upaya melawan politisasi isu HAM dan penggunaannya sebagai instrumen tekanan geopolitik serta persaingan tidak sehat. Kami sepakat mengenai perlunya menjaga ketidakberpihakan lembaga-lembaga internasional, mematuhi Piagam PBB secara ketat, serta menghapus standar ganda dalam menilai situasi HAM di dunia," katanya lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kedua pihak juga memberikan perhatian khusus pada upaya bersama untuk memerangi rasisme dan diskriminasi rasial, termasuk melalui saling mendukung berbagai inisiatif terkait di PBB serta persiapan memperingati 25 tahun Konferensi Dunia Menentang Rasisme yang digelar di Durban, Afrika Selatan.

Selain itu, kedua diplomat sepakat untuk melanjutkan kerja sama erat dalam rangka memperingati sejumlah momentum penting tahun ini, termasuk peringatan Perjanjian Internasional tentang HAM dan Deklarasi PBB tentang Hak atas Pembangunan.

Konsultasi tersebut menegaskan tingginya tingkat kesepahaman antara kedua negara sekaligus membuka prospek baru untuk memperkuat kemitraan strategis Rusia dan Afrika Selatan di tingkat internasional, kata Lukiyantsev.

Sumber: Sputnik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here