Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ancaman ini tidak sekadar berdampak pada terganggunya operasional perusahaan atau instansi pemerintah, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal kebocoran data pribadi, mengingat peretas kerap menyasar perangkat individu.
Ancaman DDoS dan Dampaknya
Lantas, apa sebenarnya serangan DDoS itu? Dicky Yuniarto (52), seorang pengamat teknologi informasi (TI) di Jakarta, menjelaskan bahwa DDoS adalah jenis serangan siber yang bertujuan membuat sebuah layanan, situs web, atau server tidak bisa diakses. Hal ini dilakukan dengan cara membanjiri sistem target menggunakan lalu lintas data yang sangat besar. Dalam banyak kasus, permintaan ini tampak sah namun sebenarnya dikirim secara serentak dalam skala masif oleh jaringan botnet.
Dicky mengibaratkan serangan ini seperti sebuah jalan yang pada awalnya lengang, lalu tiba-tiba berubah menjadi sangat ramai dan padat. Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan total sehingga membuat kendaraan lain tidak bisa masuk atau melewati jalan tersebut.
Dalam praktiknya, serangan DDoS melibatkan ribuan hingga jutaan perangkat, seperti komputer, ponsel pintar, dan perangkat Internet of Things (IoT), yang mengirimkan permintaan ke server target secara bersamaan.
"Akibatnya, server kehabisan sumber daya dan menjadi lambat atau bahkan mati sehingga situs tidak bisa diakses oleh siapa pun," ujar pria yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi di sebuah media teknologi tersebut.