Aksi kekerasan tersebut mendorong Panama untuk mengajukan banding ke sejumlah badan internasional. Pada 1973, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sidang langka di Panama City, dengan pemimpin Panama saat itu Jenderal Omar Torrijos menyampaikan pidato "pedas" yang mengutuk kolonialisme AS.
Sisi Lain Kisah Terusan Panama: Perjuangan Melawan Kolonialisme AS
Presiden Panama Jose Raul Mulino kemudian membalas pernyataan tersebut pada Minggu (22/12), mengatakan bahwa Terusan Panama akan "terus berada di tangan Panama."