“Migrasi burung dan kelelawar cukup berpotensi karena mereka menggunakan kompas alam untuk mencari daerah hangat seperti Indonesia untuk berkembang biak. Mereka akan singgah dan tinggal di sini,” tegas Agus.
Peringatan ini disampaikan sebagai upaya antisipasi dini bagi otoritas kesehatan dan masyarakat, mengingat karakteristik virus Nipah yang berbahaya dan kemampuan penyebarannya yang dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.