“Itu menunjukkan bagaimana situasi hari ini juga menantang kita untuk memperkuat kesadaran kita dalam melakukan pengendalian tembakau. Itulah isu pertama,” ujar Bima yang pernah menjabat sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) APCAT dengan Wali Kota Balanga City, Filipina, Francis Anthony S. Garcia.
Isu kedua yang disoroti Bima adalah regulasi. Pemerintah perlu memastikan seluruh regulasi, mulai dari tingkat nasional hingga lokal, benar-benar selaras dengan semangat pengendalian tembakau. Dalam kapasitasnya saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan melakukan harmonisasi regulasi pengendalian tembakau.
“Kita menyebutnya harmonisasi, untuk mengharmonisasi peraturan daerah. Saya pikir, bulan lalu, kita melakukan koordinasi yang sangat baik dalam memastikan peraturan daerah di Jakarta benar-benar berhubungan dengan semangat kita,” ungkapnya.
Isu ketiga, lanjut Bima, adalah regenerasi kepemimpinan. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan para pemimpin baru APCAT untuk merancang agenda ke depan, dengan tetap menjaga kekuatan semangat gerakan. APCAT memiliki tugas memastikan bahwa generasi baru pemimpin juga memiliki perhatian yang sama terhadap isu pengendalian tembakau.
Menurutnya, regenerasi menjadi hal yang sangat penting. Selama beberapa hari terakhir, pihaknya berupaya menghubungkan berbagai pemimpin di berbagai tingkatan untuk mengajak mereka bergabung dalam pergerakan ini.