Informasi dari laman resmi BRIN menjelaskan bahwa spesies ini mampu menyebarkan jenis hantavirus bernama andes virus. Tak kalah berbahaya dari seoul virus, andes virus bisa menyebabkan infeksi paru-paru berat bernama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Jika tak ditangani, infeksi tersebut bisa mengakibatkan gagal nafas yang berakhir dengan kematian.
4. Tikus sawah rawa menyebarkan virus lewat cairan
Dikutip Texas Digital Library, tikus sawah rawa (Oryzomys palustris) merupakan inang utama dari hantavirus genotype Bayou (BAYV yang ditemukan pada 1994). Umumnya, virus tersebut dapat ditemukan di individu jantan yang sudah tua. Penyebaran virus tersebut pada manusia bisa terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh tikus seperti urin dan air liur.
Menariknya, tikus sawah rawa merupakan hewan semi akuatik yang sering beraktivitas di area lembap. Ia tak hanya lincah dan gesit, tapi memiliki kemampuan berenang yang sangat baik. Untungnya, spesies ini tak menghuni Indonesia dan hanya bisa ditemukan di wilayah Amerika Serikat. Di wilayah penyebaran alaminya, tikus sawah rawa juga menjadi hama dan tak memiliki manfaat langsung bagi manusia.