Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan penerapan tarif terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz bertentangan dengan hukum maritim internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, termasuk rencana Washington mengenakan tarif 20 persen bagi kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut
Perusahaan logistik multinasional asal Dubai, DP World, dikabarkan berencana membangun pelabuhan beserta terminal kontainer baru di pesisir timur Uni Emirat Arab (UEA)
Brent crude sempat menembus level $80 per barel, naik 5,35% dalam sepekan, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $75 per barel dengan kenaikan harian hampir 5%.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Selat Hormuz telah menjadi "senjata" yang kekuatannya setara dengan "senjata nuklir" bagi Iran, sementara negara itu juga memiliki "senjata termonuklir" cadangan yaitu Selat Bab al-Mandab
Sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan menuju kesepakatan permanen, mulai dari inspeksi program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, konflik di Lebanon, ketegangan Israel-Hezbollah, hingga jaminan keamanan di Selat Hormuz.
Keberhasilan ini dicapai berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan yang melibatkan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran.