Lebanon tidak akan membiarkan Israel untuk terus berada di wilayahnya dan akan mengupayakan penarikan penuh pasukan Israel, kata Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Selasa (11/8).
Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Gaza, termasuk serangan terhadap rakyat sipil dan infrastruktur sipil, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Sejumlah orang terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan yang hancur di Gaza City pada 19 Oktober 2025. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina memeriksa kerusakan pascaserangan udara Israel di wilayah Sabra, selatan Gaza City, pada 12 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Menurut Kantor Berita Belgia (Belga), pemerintah federal membahas impor dari wilayah pendudukan Palestina dalam rapat kabinet sebelum memutuskan larangan tersebut.
Warga Palestina memeriksa kerusakan pascaserangan udara Israel di wilayah Sabra, selatan Gaza City, pada 12 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Perundingan antara Lebanon dan Israel di hari kedua, Rabu, yang digelar di Roma, Italia, telah berakhir setelah dilakukan pembahasan mengenai sejumlah isu yang diangkat kedua belah pihak, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel harus mulai menarik pasukannya dari Suriah dan Lebanon
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa kelompok tersebut akan tetap "berada di lapangan" untuk menghadapi Israel, dan menolak perjanjian kerangka kerja yang ditengahi AS antara Lebanon dan Israel.