Temuan dalam studi tersebut dinilai sejalan dengan penelitian lain mengenai pengaruh pola makan berbasis nabati terhadap penurunan faktor risiko utama penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol, tekanan darah, dan peradangan.
Ahli gizi terdaftar asal Kanada, Sarah Glinski, menyampaikan bahwa pola makan yang sebagian besar berbasis nabati berkaitan dengan tingkat risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Namun, studi baru mengenai pengaruh penerapan Planetary Health Diet terhadap kesehatan jantung memiliki beberapa keterbatasan.
Selain belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan melalui proses penelaahan sejawat, studi hanya mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh peserta, yang berpotensi menimbulkan bias.
Planetary Health Diet dinilai bisa menjadi opsi diet tinggi serat dan rendah lemak untuk mendukung kesehatan jantung.
Mereka yang ingin mencoba diet ini disarankan memulai dengan melakukan perubahan kecil yang realistis alih-alih langsung mengubah keseluruhan pola makan.
"Seseorang tidak perlu menjalani pola makan yang sempurna untuk mendapatkan manfaatnya," kata penulis utama studi Donya Shahamati, mahasiswa doktoral di Sekolah Kependudukan dan Kesehatan Masyarakat Joe C. Wen UC Irvine.
Ia mencontohkan, penerapan diet bisa dimulai dengan memilih oatmeal sebagai pengganti sereal, mengganti mentega dengan minyak zaitun, atau menetapkan satu hari dalam seminggu untuk tidak mengonsumsi daging.