Kedua pemimpin juga bertukar pandangan tentang krisis Ukraina, konflik Palestina-Israel, dan berbagai isu internasional dan regional utama lainnya yang menjadi kepentingan bersama.
Presiden Xi dan Trump juga sepakat untuk membentuk saluran komunikasi strategis guna terus berkomunikasi secara berkala tentang berbagai isu utama yang menjadi kepentingan bersama.
Sedangkan Trump dalam akun media sosialnya @TrumpDailyPosts juga menyampaikan isi pembicaraannya dengan Xi Jinping.
"Panggilan telepon itu sangat baik bagi Tiongkok dan AS. Harapan saya adalah kami akan memecahkan banyak masalah bersama, dan memulainya segera. Kami membahas perimbangan perdagangan, fentanyl, TikTok, dan banyak topik lainnya. Presiden Xi dan saya akan melakukan segala yang mungkin untuk membuat dunia lebih damai dan aman!" kata Trump.
Terkait TikTok, Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan perintah eksekutif yang dapat menunda pemberlakuan larangan tersebut, memberikan waktu untuk penjualan potensial atau solusi alternatif.
Langkah itu dilakukan di tengah tenggat waktu larangan TikTok yang semakin dekat pada 19 Januari 2025 sebelum Mahkamah Agung AS memutuskan apakah akan melarang penggunaan TikTok di AS bila pemilik media sosial tersebut, perusahaan teknologi China, ByteDance, tidak menjual sebagian sahamnya (divestasi) ke pihak di luar China.