"Inilah sebabnya orang yang makan dengan baik pun masih kesulitan menurunkan berat badan...," ia menambahkan.
Metabolisme memainkan peran penting dalam penurunan berat badan. Metabolisme yang lebih cepat dan teratur memastikan bahwa tubuh menggunakan kalori alih-alih menyimpannya sebagai lemak.
Berkaitan dengan pengaruh waktu tidur pada metabolisme, dr. Saraf menjelaskan bahwa tubuh memiliki ritme metabolisme sendiri, dengan proses perbaikan paling efisien terjadi antara pukul 23.00 dan 03.00.
Menunda waktu tidur sampai larut malam, menurut dia, bisa menyebabkan bermulanya "fase kekacauan metabolisme."
"Kontrol gula menjadi lebih lemah, hormon lapar menjadi bingung, dan keinginan makan meningkat keesokan harinya," kata dia.
Dokter memperingatkan bahwa sarapan sehat pun jika dimakan setelah tidur larut malam dapat menyebabkan lonjakan insulin yang lebih tinggi daripada ketika tidur tepat waktu, mengganggu kontrol gula darah, dan membuat pengelolaan berat badan menjadi lebih sulit.
Waktu tidur juga memengaruhi nafsu makan, mengganggu hormon lapar dan kenyang sehingga merasa lebih lapar, menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan makan berlebihan.
Selain itu, tidur larut malam bisa mengganggu proses detoksifikasi alami tubuh.
Kalau orang begadang sampai melewati pukul 23.00, dr. Saraf mengatakan, maka "fase gangguan detoksifikasi" akan bermula, pencernaan menjadi lambat, kembung lebih sering terjadi, dan pembersihan alami tubuh melambat.