Seorang juru bicara militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa Iran telah menembakkan hingga 100 rudal dalam beberapa gelombang pada malam itu, dan sebagian besar telah berhasil dicegat atau meleset dari sasaran, namun beberapa di antaranya tampaknya berhasil menembus sistem pertahanan berlapis Israel.
Di sisi lain Pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memindahkan personel militer dari wilayah tersebut karena dianggap "terlalu berbahaya", disambut respons keras dari Iran. Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa jika Iran diserang, maka pangkalan militer AS akan menjadi target balasan. Ketegangan ini kembali memantik permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.
Selain itu, data inflasi AS terbaru juga mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Indeks harga produsen (PPI) untuk Mei hanya naik 0,1% (month-to-month), lebih rendah dari ekspektasi pasar 0,2%. Data ini memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan The Fed mulai September 2025. CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas penurunan suku bunga pada September melonjak menjadi 80%.
Komentar Presiden Trump yang kembali menyindir Ketua The Fed Jerome Powell sebagai "numbskull" atau "bodoh" juga menambah tekanan pasar terhadap The Fed.