Setelah memahami dasar-dasarnya, pemula dapat langsung menggabungkannya dengan kosakata dan kalimat sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ungkapan seperti 你好 (nǐ hǎo) atau "halo", 谢谢 (xièxie) atau "terima kasih", 我叫…… (wǒ jiào…) atau "nama saya…", 我是印尼人 (wǒ shì Yìnní rén) atau "saya orang Indonesia", 我喜欢…… (wǒ xǐhuan…) atau "saya suka…".
Berhasil mengucapkan satu atau dua kalimat sederhana dapat memberikan dorongan psikologis bagi pemula. "Perasaan berhasil seperti ini penting sekali untuk membangun kepercayaan diri," ujar Lukas, yang juga alumnus dari Jurusan Sastra China di Shaoguan University (SGU).
Menurutnya, banyaknya kosakata yang dihafalkan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Untuk pemula, mempelajari sekitar 5 hingga 10 kosakata baru dalam sehari dinilai sudah cukup. Yang paling penting adalah memastikan kosakata tersebut benar-benar dipahami dan dapat digunakan.
Foto menampilkan Lukas Ariawan melakukan presentasi dan praktik mengajar bahasa Mandarin di Tianjin University, China, pada 25 Desember 2024. (Xinhua/Istimewa)
Sebagai contoh, lima kata sederhana seperti 吃 (chī) atau "makan", 喝 (hē) atau "minum", 水 (shuǐ) atau "air", 茶 (chá) atau "teh", dan 咖啡 (kāfēi) atau "kopi" sudah dapat dikembangkan menjadi berbagai kalimat sederhana. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif daripada menghafalkan puluhan kosakata dalam satu hari, tetapi kemudian melupakannya.