"Tidak ada kendala dalam proses evakuasi. Alhamdulillah, sudah ada komitmen kita bersama seluruh rumah sakit di Sumbar dalam penanganan pasien. Terlebih ini masuk dalam kondisi tertentu, sehingga seluruh rumah sakit langsung saling terkoneksi dan terkoordinasi. Begitu pun terkait pengurusan pindah rujukan pasien BPJS, itu sudah terkoordinasikan dengan baik semuanya," ucap Gubernur lagi.
Meski demikian, Gubernur tetap menunggu informasi detail dari pihak kepolisian yang terus melakukan penyelidikan secara intensif atas kejadian ledakan di SPH tersebut. Hasil dari penyelidikan tersebut nantinya akan menjadi masukan bagi Pemprov Sumbar, agar seluruh rumah sakit di Sumbar terus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan, agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.
"Rumah sakit itu tempat pelayanan masyarakat yang sangat spesifik, sehingga tentu orang-orang di dalamnya adalah para pekerja yang spesifik dan menguasai pekerjaan masing-masing dengan sangat baik. Tentu saja, ini akan menjadi catatan bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh rumah sakit di Sumbar," ujar Gubernur menutup.
Turut mendampingi Gubernur Mahyeldi saat meninjau dampak dari ledakan di SPH tersebut, Kapolresta Padang, Kombes Pol Ferry Harahap; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Lila Yanwar; Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang, Oktoweri; serta Dirut SPH, Selfi Farisha. (adpsb/isq)
