"Awalnya memang sedikit melelahkan, seperti berolahraga, sehingga membuat saya berkeringat. Tari naga menuntut setiap orang untuk bekerja sama secara erat dan mengikuti ritme kepala naga," tutur Najwa. "Namun, tari ini sungguh menarik. Saya rasa tari ini merupakan harta sejarah dan budaya yang patut dihargai dan dilestarikan oleh generasi muda."
Foto yang diabadikan pada 3 Agustus 2026 ini menunjukkan kaum muda dari berbagai negara sedang mencicipi kudapan yang terbuat dari matca di sebuah perusahaan makanan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua)
Wang memaparkan penjabaran mendetail, mulai dari menjaga jarak yang tepat antaranggota tim hingga menyesuaikan titik berat selama pertunjukan berlangsung. Sekitar 10 menit berselang, Najwa dan para partisipan lainnya berhasil bersinergi untuk menyelesaikan sejumlah gerakan sederhana.
Najwa menuturkan bahwa tari naga lazim dipertunjukkan oleh komunitas keturunan Tionghoa di Indonesia saat perayaan festival. Pengalaman mempraktikkan tari itu secara langsung membuat dirinya lebih mengapresiasi keseruan tradisi rakyat tersebut serta pentingnya kerja sama tim.
Dalam lawatannya ke kota kuno Longli, Najwa juga terkesan oleh bangunan-bangunan bersejarah yang terawat dengan baik dan suasana kehidupan warga setempat yang marak. Kendati terkendala bahasa, warga setempat tetap berkomunikasi dengannya lewat gestur sederhana dan aplikasi penerjemahan, bahkan berinisiatif memperkenalkan budaya serta kuliner lokal kepadanya.