Setelah menyelesaikan tugas sebagai duta besar, Dino kembali ke Indonesia dan pada Juni 2014 diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Jabatan tersebut diembannya hingga Oktober 2014 sebelum akhirnya mengakhiri kariernya di pemerintahan pada pertengahan tahun 2015.
Selain pernah mengikuti konvensi calon presiden yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat pada tahun 2014, Dino juga aktif memberikan masukan mengenai kebijakan publik, hubungan internasional, demokrasi, dan kepemimpinan nasional.
Dino Dirikan FPCI
Di luar pemerintahan, Dino dikenal sebagai pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada tahun 2015. Organisasi ini berkembang menjadi salah satu komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Asia dengan jaringan puluhan hingga ratusan ribu anggota.
FPCI menyelenggarakan berbagai forum internasional, termasuk Conference on Indonesian Foreign Policy yang dikenal sebagai salah satu konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia. Melalui FPCI, Dino juga aktif mempromosikan diplomasi publik, pendidikan kepemimpinan bagi generasi muda, serta dialog internasional mengenai perdamaian, keamanan, dan kerja sama global.
Selain aktif di bidang diplomasi, Dino juga pernah menjadi anggota komite eksekutif Paris Peace Forum, Ketua Dewan Direksi World Resources Institute Indonesia, serta Ketua Asosiasi Dosen Indonesia.