CARAPANDANG.COM, MOSKOW -- Sebuah halte bus yang digunakan oleh staf Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia menjadi sasaran serangan drone, menewaskan satu orang dan melukai 17 lainnya, kata pihak PLTN tersebut pada Selasa (18/8).
"Pasukan Ukraina melancarkan serangan yang menargetkan sebuah halte transportasi umum di Kota Energodar. Saat itu, para pegawai ZNPP berada di sana, menunggu bus yang seharusnya membawa mereka ke tempat kerja untuk menjalankan sif mereka," kata pihak PLTN itu dalam sebuah pernyataan.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi menggambarkan serangan tersebut sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima" dan menambahkan bahwa hal itu menimbulkan risiko terhadap keselamatan PLTN tersebut.
Menurut Grossi, tindakan semacam itu bertentangan dengan prinsip-prinsip IAEA dan menciptakan risiko serius terhadap keselamatan dan keamanan nuklir PLTN tersebut di tengah konflik yang sedang berlangsung.
PLTN Zaporizhzhia, salah satu fasilitas nuklir terbesar di Eropa, telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022. PLTN itu telah berulang kali menghadapi tantangan keselamatan nuklir sejak eskalasi krisis Ukraina.