Qatar, Mesir, Pakistan, dan sejumlah mediator regional lainnya mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Amerika Serikat dan Iran, demikian dilaporkan Axios mengutip sejumlah sumber.
Asap mengepul setelah serangan udara di Bandara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, pada 13 Juli 2026. Al-Masirah TV yang dikelola Houthi pada Senin (13/7) mengatakan bahwa Arab Saudi melancarkan beberapa serangan udara ke landasan pacu Bandara Internasional Sanaa di ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi. (Carapandang/Xinhua/Pusat Media Houthi)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong pada Jumat (10/7) mengatakan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan, sehingga dirinya mendesak diakhirinya konflik menyusul serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sekitar 65 orang tewas dan hingga 170 lainnya luka-luka selama 10 hari pertama gencatan senjata Lebanon-Israel, dengan antara 180 dan 230 pelanggaran Israel tercatat
Kesepakatan gencatan senjata tidak lagi memiliki arti setelah pecahnya kembali aksi saling serang yang dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Selat Hormuz telah menjadi "senjata" yang kekuatannya setara dengan "senjata nuklir" bagi Iran, sementara negara itu juga memiliki "senjata termonuklir" cadangan yaitu Selat Bab al-Mandab
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini menunjukkan Eyal Zamir (kedua dari kanan), panglima militer Israel, di Jalur Gaza. (Carapandang/IDF/Handout via Xinhua)
Serangan udara Israel terus mengguncang Lebanon selatan hingga Sabtu (20/6), meskipun Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah tercapai sehari sebelumnya.
Sejumlah orang terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan yang hancur di Gaza City pada 19 Oktober 2025. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)