Terkait dinamika global, DEFEND ID menilai ketidakpastian ekonomi, fluktuasi suku bunga, dan tantangan rantai pasok sebagai faktor yang perlu diantisipasi secara cermat. “Kami menyeimbangkan strategi pertumbuhan dengan penguatan fundamental keuangan. Di sisi lain, tren peningkatan anggaran pertahanan global dan kebutuhan teknologi pertahanan modern menjadi pendorong utama ekspansi pasar ekspor dan penguasaan teknologi kunci,” tambahnya. Selain sektor pertahanan, DEFEND ID juga membuka peluang pengembangan sektor non pertahanan dan komersial, termasuk energi, transportasi, teknologi informasi, serta sistem elektronik terintegrasi yang memiliki sinergi dengan kompetensi inti perusahaan.

Dalam hal kemitraan, DEFEND ID menempatkan kolaborasi strategis sebagai instrumen penting untuk penguasaan teknologi, perluasan pasar global, penguatan rantai pasok, serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Aliansi strategis kami posisikan sebagai pintu masuk ke global supply chain sekaligus untuk meningkatkan daya saing produk nasional,” ujarnya. Hubungan dengan para pemangku kepentingan terus dijaga melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), keterbukaan informasi, pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta sinergi aktif dengan pemerintah, regulator, mitra industri, dan masyarakat.