Menyadari hal tersebut, Sonny memandang penting bagi kreator untuk bisa bersikap terbuka. Dirinya menyambut baik kritik maupun perbedaan pendapat mengenai interpretasi sejarah. Baginya, sejarah memang dibangun dari berbagai perspektif. Ketika penonton memberikan koreksi atau pandangan berbeda, hal tersebut dipandang sebagai bentuk keterlibatan positif yang memperkaya diskusi.
MANFAAT RESIPROKAL
Bagi Sonny, pengalaman paling berkesan selama membuat konten justru datang dari interaksi dengan masyarakat sekitar maupun para penjaga situs sejarah. Mereka memiliki cerita-cerita yang sering kali tidak ditemukan dalam buku dan memberikan sudut pandang yang jauh lebih hidup mengenai suatu tempat.
"Selama berkarya, tantangan di lapangan relatif kecil. Hambatan yang paling sering dihadapi justru berasal dari faktor alam, seperti hujan deras atau cuaca yang sangat panas. Saya juga sesekali berkolaborasi dengan sejarawan dan pengelola situs, meski sebagian besar kolaborasi dilakukan bersama penyelenggara walking tour yang sejalan dengan fokus kontennya pada wisata sejarah perkotaan," ujarnya berbagi tips.
Foto dokumentasi ini menampilkan kreator konten Sonny Hendrawan Saputra di depan lukisan "Penangkapan Pangeran Diponegoro" karya Raden Saleh. (Xinhua/Istimewa)