Beranda Feature Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

0
Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

Melalui setiap video yang dibuat, Sonny mengusung pesan yang ingin menunjukkan bahwa belajar sejarah dapat menjadi pengalaman menyenangkan. Guna memancing respons positif dan interaksi masyarakat, konten disajikan sebagai ruang diskusi sehingga banyak penonton yang ikut berbagi cerita keluarga, sejarah daerah masing-masing, maupun sudut pandang yang berbeda. Alhasil, tidak sedikit pula yang mengaku mulai melihat bangunan atau kawasan yang mereka lewati setiap hari dengan cara pandang yang baru setelah menyaksikan konten tersebut.

Bagi Sonny, media sosial merupakan sarana yang sangat efektif untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah. "Jika pendidikan formal memberikan pemahaman yang mendalam, media sosial berfungsi sebagai pemantik rasa ingin tahu melalui penyajian cerita yang singkat, menarik, dan mudah diakses," ungkapnya.

Beberapa pengalaman paling membahagiakan Sonny datang ketika guru-guru sejarah meminta izin menggunakan videonya sebagai media pembelajaran di kelas. "Hal menyenangkan lainnya adalah ketika di kolom komentar banyak follower yang mengaku terinspirasi karena melihat bahwa kecintaan terhadap sejarah tetap dapat dijalankan meskipun memiliki profesi utama di bidang lain," papar Sonny.

Foto dokumentasi ini menampilkan kreator konten Sonny Hendrawan Saputra di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jakarta. (Xinhua/Istimewa)

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here