Akhirnya, pada 18 Juni 656 M, pemberontak mengepung rumahnya di Madinah. Utsman wafat terbunuh saat sedang membaca mushaf Al-Qur’an. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman Baqi’.
Teladan Bagi Generasi Muda
Kisah hidup Utsman bin Affan r.a. menyimpan banyak pelajaran penting, terutama untuk generasi muda Muslim:
- Keteguhan iman: Meski lahir dari keluarga bangsawan Quraisy, beliau tetap memilih Islam meski penuh risiko.
- Kedermawanan: Harta bukan untuk dibanggakan, melainkan sebagai sarana mendukung dakwah dan kemaslahatan umat.
- Kecintaan pada Al-Qur’an: Usaha beliau dalam membukukan mushaf adalah bukti nyata cinta beliau pada wahyu Allah.
- Kesabaran: Di tengah fitnah dan tuduhan, beliau tetap mengedepankan ketenangan dan menghindari pertumpahan dara
Penutup
Utsman bin Affan r.a. adalah sosok pemimpin yang dermawan, ahli ibadah, dan penuh kasih kepada umatnya. Julukan Dzunnurain bukan hanya karena menikahi dua putri Rasulullah, tetapi juga karena dua cahaya keteladanan: kekayaan yang bermanfaat dan iman yang teguh.
Bagi para orang tua yang memiliki anak usia SMP maupun SMA, kisah Utsman bin Affan bisa menjadi inspirasi untuk menanamkan nilai kedermawanan, cinta Al-Qur’an, dan akhlak mulia. Dengan begitu, generasi muda kita tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman, sekaligus peduli pada sesama.